๐Œ๐€๐Š๐๐€ ๐‡๐€๐ƒ๐ˆ๐“๐’ “ ๐๐€๐” ๐Œ๐”๐‹๐”๐“ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐˜๐€๐๐† ๐๐„๐‘๐๐”๐€๐’๐€ ๐‹๐„๐๐ˆ๐‡ ๐ƒ๐ˆ๐’๐”๐Š๐€๐ˆ ๐Ž๐‹๐„๐‡ ๐€๐‹๐‹๐€๐‡ ”.

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ูˆุญุจูŠุจู†ุง ูˆู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ุงู„ุฑุคูˆู ุงู„ุฑุญูŠู… ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†، ูˆุจุนุฏ : 

Segala puji bagi Allah Subhanahu wata'รขla, tuhan semesta alam. 

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan, kekasih serta Nabi kita Baginda Muhammad ๏ทบ yang penuh santun dan kasih sayang, dan juga kepada keluarganya dan seluruh sahabat-sahabatnya.

Bulan Ramadhan ialah salah satu diantara bulan-bulan yang Allah ta'ala spesialkan, 

Yang mana di sepuluh hari awal-nya ialah Rahmat, sepuluh pertengahan-nya Ialah ampunan dan sepuluh hari terakhir-nya ialah pembebasan dari api neraka.

Dan jika kita Berbicara mengenai keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan orang yang berpuasa serta beribadah didalamnya, ada banyak sekali riwayat-riwayat yang menyebutkan tentang hal itu, dan diantara riwayat-riwayatnya ada beberapa kalimat yang mungkin menurut kita agak aneh dan agak sulit untuk kita fahami secara kasat mata, diantaranya ialah : 

- bahwa seluruh amal ibadah itu untuk anak cucu Adam kecuali puasa, karena ia hanya untukku,

- bahwa bau mulut orang yang berpuasa itu Lebih baik disisi Allah ta'ala daripada wewangian minyak kasturi. Dll...

Oleh karenanya, berikut kami akan sedikit menjelaskan apa makna yang dikehendaki dari potongan kalimat tersebut, dengan sedikit menukil pendapat-pendapat para ulama, semoga saja bermanfaat dan bisa sedikit menghilangkan dahaga kehausan akan ilmu tersebut.

Mengenai keutamaan berpuasa ada beberapa hadits, antara lain : 


ูก) ุนู† ุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : (( ู…ู† ุตุงู… ุฑู…ุถุงู† ูˆุนุฑู ุญุฏูˆุฏู‡ ูˆุชุญูุธ ู…ุงูŠู†ุจุบูŠ ู„ู‡ ุฃู† ูŠุชุญูุธ ูƒูุฑ ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ ))

ุฃูŠ: ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุงู„ุชูŠ ู‚ุจู„ ุงู„ุตูŠุงู…، - ุฑูˆุงู‡ ุงุจู† ุญุจุงู† ูˆุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ .

Dari abu Sa'id Radhiyallahu 'Anhu meriwayatkan dari Nabi ๏ทบ beliau bersabda : barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, ia mengetahui batasan-batasannya dan ia menjaga apa yang seharusnya dijaga, maka ia diampuni dosa-dosa sebelum nya ( sebelum ia berpuasa ) 

๐™ƒ๐™. ๐™„๐˜ฝ๐™‰ ๐™ƒ๐™„๐˜ฝ๐˜ฝ๐˜ผ๐™‰ ๐˜ฟ๐˜ผ๐™‰ ๐˜ผ๐™‡๐˜ฝ๐˜ผ๐™„๐™ƒ๐˜ผ๐™Œ๐™”


ูข) ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ :  ู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…: (ูƒู„ ุนู…ู„ ุงุจู† ุขุฏู… ูŠุถุงุนู ุงู„ุญุณู†ุฉ ุจุนุดุฑ ุฃู…ุซุงู„ู‡ุง، ุฅู„ู‰ ุณุจุนู…ุงุฆุฉ ุถุนู، ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„: ุฅู„ุง ุงู„ุตูˆู… ูุฅู†ู‡ ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡، ูŠุฏุน- ุฃูŠ: ูŠุชุฑูƒ ุงู„ุตุงุฆู…- ุดู‡ูˆุชู‡ ูˆุทุนุงู…ู‡ ู…ู† ุฃุฌู„ูŠ).

ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู….

Dari abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah ๏ทบ bersabda : seluruh amalan anak cucu Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kebaikan, sampai 700 kali lipatnya, Allah ta'ala berfirman : kecuali puasa, karena ia untukku dan aku akan memberi balasan dengannya, karena ia ( orang yang berpuasa ) meninggalkan syahwat dan makanannya demi aku. ๐™ƒ๐™. ๐™ˆ๐™๐™Ž๐™‡๐™„๐™ˆ


Dalam riwayat lain disebutkan : 

ุนู† ุงุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ :ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠุฉ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„: ูƒู„ ุนู…ู„ ุงุจู† ุขุฏู… ู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุตูŠุงู… ูุฅู†ู‡ ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡ , ูˆ ุงู„ุตูŠุงู… ุฌู†ุฉ, ูุฅุฐุง ูƒุงู† ูŠูˆู… ุตูˆู… ุฃุญุฏูƒู… ูู„ุง ูŠุฑูุซ ูˆู„ุง ูŠุตุฎุจ , ูุฅู† ุณุงุจู‡ ุฃุญุฏ ุฃูˆ ู‚ุงุชู„ู‡ ูู„ูŠู‚ู„ : ุฅู†ูŠ ุงู…ุฑุค ุตุงุฆู… , ูˆุงู„ุฐูŠ ู†ูุณ ู…ุญู…ุฏ ุจูŠุฏู‡ ู„ุฎู„ูˆู ูู… ุงู„ุตุงุฆู… ุฃุทูŠุจ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุฑูŠุญ ุงู„ู…ุณูƒ , ู„ู„ุตุงุฆู… ูุฑุญุชุงู† ูŠูุฑุญู‡ู…ุง:ุฅุฐุง ุฃูุทุฑ ูุฑุญ ูˆ ุฅุฐุง ู„ู‚ูŠ ุฑุจู‡ ุจุตูˆู…ู‡)) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda :

“Semua amalan anak cucu Adam itu untuknya kecuali puasa , karena puasa itu untukku dan Aku akan membalasnya.

Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : ‘Aku sedang berpuasa. 

Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak wangi kasturi.

Orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya.” ๐™ƒ๐™. ๐˜ฝ๐™๐™†๐™ƒ๐˜ผ๐™๐™„

Makna : ูุฅู†ู‡ ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡

( Puasa itu untukku dan aku akan memberi balasan dengannya )


Al-imam Abdullah Sirajuddin dalam kitabnya Asshiyรขm berkata mengenai hadits ini : bahwasanya puasa itu memiliki kedudukan yang tinggi dan tempat yang mulia disisi Allah, oleh karenanya Allah ta'ala menyandarkan puasa itu kepada dirinya sendiri, sebagai bentuk penyandaran kemuliaan, ia Allah ta'ala berfirman : " ุฅู„ุง ุงู„ุตูˆู… ูุฅู†ู‡ ู„ูŠ  "

Yang artinya " Bahwa puasa itu untukku ". padahal seluruh amal kebaikan itu memang untuk Allah ta'ala, Namun penyandaran secara khusus ini menandakan dan menunjukkan bahwasanya puasa memiliki kemuliaan tersendiri yang khusus disisi Allah ta'ala. oleh karenanya para ulama dalam menyikapi hadits tersebut memilik banyak pandangan, setiap dari mereka berbicara bergantung perasaannya dan juga pemahamannya.

Salah seorang ulama berkata : bahwa orang yang berpuasa sebetulnya tidak memiliki bagian apa-apa ( pahala puasa ) dari puasa tersebut, itu murni hanya untuk Allah ta'ala sendiri.

Seseorang lainnya berkata : bahwa puasa itu bukanlah termasuk amal ibadah yang bisa disusupi riya', karena puasa itu sendiri niat ( dalam hati ) dan menahan dari hal-hal yang membatalkan nya, maka puasa itu benar-benar murni untuk Allah ta'ala.

Demikian, dan masih ada banyak lagi pendapat para ulama mengenai penafsiran maksud hadits ini. - ๐˜ผ๐™จ๐™จ๐™๐™ž๐™ฎรข๐™ข, ๐™ž๐™ข๐™–๐™ข ๐˜ผ๐™—๐™™๐™ช๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™Ž๐™ž๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™ช๐™™๐™™๐™ž๐™ฃ ( ๐™ƒ๐™–๐™ก. 36 )

Makna : ู„ุฎู„ูˆู ูู… ุงู„ุตุงุฆู… ุฃุทูŠุจ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุฑูŠุญ ุงู„ู…ุณูƒ 

( Bau mulut orang yang berpuasa itu Lebih harum sisi Allah dibanding bau minyak wangi kasturi.)

Al-imam Assyaikh Muhammad Ali ibn Allan didalam kitabnya Dalilufรขlihรฎn fi syarhi riyรขdhissolihin menjelaskan, bahwa Al-imam Almaziri berkata : kalimat ini ialah majaz ( kiasan/sekedar gambaran ) gambaran pendekatan akan dekatnya atau utamanya puasa disisi Allah ta'ala, karena sebagaimana kebiasaan kita mendekatkan wewangian parfum ke diri kita, maka gambaran kedekatan ini disisipkan kepada puasa akan dekat atau utamanya ia disisi Allah ta'ala, maksudnya : bahwa Puasa tersebut sangat spesial sebagaimana spesialnya parfum wewangian menurut kalian ( kita ), bahwa : puasa itu lebih dekat ( sangat istimewa ) kepada Allah ta'ala dibanding kalian jika mendekatkan parfum wewangian kepada diri kalian. - ๐˜ฟ๐™–๐™ก๐™ž๐™ก๐™ช๐™›รข๐™ก๐™ž๐™รฎ๐™ฃ ๐™‡๐™ž๐™ก ๐™ž๐™ข๐™–๐™ข ๐™ˆ๐™ช๐™๐™–๐™ข๐™ข๐™–๐™™ ๐™ž๐™—๐™ฃ ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™ฃ ๐˜ผ๐™จ๐™จ๐™ฎ๐™–๐™›๐™ž'๐™ž ๐˜ผ๐™ก ๐˜ผ๐™จ๐™ฎ'๐™–๐™ง๐™ž (4/21.)

Wallahu a'lam bisshowรขb...




Komentar